Kreatif untuk Masa Depan Indonesia
Tiba-tiba terlintas di pikiran. Apa yang akan terjadi di Indonesia 10-15 tahun yang akan datang ketika sumber daya alam yang sekarang dibanggakan seperti minyak, batu bara, dan energi alam yang lain mulai tidak mencukupi kebutuhan masyarakat Indonesia sendiri.
Sebenarnya tidak perlu jauh-jauh ke depan. Sekarang saja masyarakat kita kesulitan mencari premium. Dengan alasan harga internasional yang melonjak, pemerintah mengurangi jatah subsidi. Lho?!
Kita tarik ke belakang sedikit dimana asal muasal minyak itu. Bukankah minyak itu diambil dari tanah Indonesia? Menggunakan tenaga kerja yang sebagian besar orang Indonesia, dan dijual kepada MASYARAKAT INDONESIA. Lalu kenapa harga internasional yang jadi patokan.
Silahkan mencibir saya karena ketidaktahuan tentang hal ini, tapi memang inilah yang jadi pertanyaan besar dimana dulu sebelum masa reformasi harga minyak tidak menggila seperti sekarang. Tidak bisakah para “pemegang kekuasaan” berpikir tentang kebutuhan masyarakat Indonesia tanpa dihubung-hubungkan dengan patokan internasional yang kita sendiri tidak mengerti? Cobalah kita mudahkan saja. Minyak kita ambil dari tanah kita oleh orang kita dan seharusnya dijual dengan patokan kemaslahatan kita semua.
OK. Ini semua sudah terjadi. Terlalu banyak berpikir ke belakang akan memandulkan otak kita. Sekarang kita mencoba kreatif berpikir ke depan tentang apa yang akan terjadi dengan sumber daya alam kita 10-15 tahun ke depan dan bagaimana menghadapinya.
Sebuah ide yang tiba-tiba terlintas di kepala saya. Silahkan anda puaskan penggunaan energi yang ada sekarang. Silahkan pergunakan apa yang ada sekarang tapi harus ada keseimbangan.
Maksudnya apa? Apa salahnya kita menghabiskan sumber daya, menghamburkan sejumlah energi asal tujuannya untuk pengembangan energi di masa depan? Jangan tutupi kreatifitas kita dengan pertimbangan-pertimbangan yang sebenarnya kita tahu jawabannya. Akan ada pengorbanan di setiap perjuangan. Benar kan? Syaratnya perjuangannya jelas dan pengorbanannya bisa se-optimal mungkin.
Mari berpikir apa yang bisa kita lakukan untuk 10-15 tahun ke depan.
Salam kreatif!!!
Posted with WordPress for BlackBerry.
Minyak yang kita pakai sehari2, khususnya untuk transportasi, berasal dari impor minyak negara kita, oleh karenanya Pemerintah mnggunkan standar internasional dalam penentuan harga BBM dalam negeri.
Sementara itu minyak dalam negeri yang kualitasnya lebih bagus kita ekspor, dengan asumsi kita masih untung jika kita jual diluar dan kita beli dari pasaran internasional, namun itu asumsi dulu ketika ORBA masih berkuasa dan produksi minyak dalam negeri kita leboh banyak dari kebutuhan dalam negeri.
Oleh karena itu kilang yang kita punya hanya didesain untuk minyak impor..
Satu pertanyaan besar dari saya, Mengetahu kondisi seperti ini, kapan pemimpin kita mau mengubah kebijakan bidang Energi kita?
Kondisi energi kita sudah sangat memprihatinkan.
Just share…
Regards,
Akhmad Khusyairi
Makasih pak Khusyairi. Infonya nambah buat saya. Kita satu ide walopun ilmu saya kalah banyak
Saya sendiri yang bekerja di industri energi punya pertanyaan besar. Hasil alam kita lbh banyak dimanfaatkan di luar negeri? Kalo habis trus mau jadi apa negeri ini?
Tidak menolak tidak juga mendukung. Tapi seperti yang saya sebutkan diatas. Kalau pengorbanan hari ini untuk meraih masa depan yang lebih kenapa tidak?
Jangan berpikir hasil hari ini untuk hari ini juga, tapi kalau bisa hasil hari ini untuk 7 keturunan
Wah, menarik nih infonya.